Create your own at MyNiceProfile.com">

so CutE!!!!!!!!!

so CutE!!!!!!!!!
sakuRa kiNomoTo

Senin, 21 Juni 2010

IBnu "ArBy



see U friends,,
hari ini daku lagi kepingin nulis tentang Ibn aRaby nih,, 
sebetulnya bukan nulis sih,, tapi mempublikasikan makalah yang sudah di buat untuk mata kuliah akhlaq tasawwuf.  hehe.
itung-itung uat nambah pengetahuan (ya ga!!!)

1.      Biografi ibnu araby
Nama lengkap Ibnu Araby adalah Abu bakar Muhammad ibn Ali ibn ahmad ibn Abdullah At-Tha’I al-Hatimi, lahir di Murcia, Andalusia tenggara, senin 17 ramadhan 560 H/1165 M. Ketika berumur 8 tahun, keluarganya pindah ke Sevilla, tempat dimana ia mulai menuntut ilmu Al-Qur’an dan Hadits, serta ilmu Fiqih pada sejumlah murid seorang faqih Andalusia yang masyhur, Ibn Hazm Az-Zahiri. Setelah berumur 30 tahun, mulailah ia berkelana ke berbagai kawasan di Andalusia dan kawasan Islam bagian barat. Di berbagai daerah ini, ia belajar kepada beberapa orang sufi, diantaranya Abu Madyan al-Ghauts al-Talimsari,. Lalu beberapa waktu ia berkelana ke Syam, Hijaz, Yaman, Irak, Mesir, dan akhirnya pada tahun 620 H ia tinggal di Hijaz serta meninggal disana pada tahun 638 H.[1]
Tumbuh besar di tengah-tengah keluarga sufi, ayahnya tergolong seorang ahli zuhud, sangat keras menentang hawa nafsu dan materialisme, menyandarkan kehidupannya kepada Tuhan. Sikap demikian kelak ditanamkan kuat pada anak-anaknya, tak terkecuali Ibnu ‘Arabi. Sementara ibunya bernama Nurul Anshariyah. Pada 568 H keluarganya pindah dari Marsia ke Isybilia.
Perpindahan inilah menjadi awal sejarah yang mengubah kehidupan intelektualisme 'Araby kelak. Terjadi transformasi pengetahuan dan kepribadian Ibnu 'Araby. Kepribadian sufi, intelektualisme filosofis, fikih dan sastra. Karena itu, tidak heran jika ia kemudian dikenal bukan saja sebagai ahli dan pakar ilmu-ilmu Islam, tetapi juga ahli dalam bidang astrologi dan kosmologi.
Meski Ibnu 'Araby belajar pada banyak ulama, seperti Abu Bakr bin Muhammad bin Khalaf al-Lakhmy, Abul Qasim asy-Syarrath, dan Ahmad bin Abi Hamzah untuk pelajaran Al-Quran dan Qira'ahnya, serta kepada Ali bin Muhammad ibnul Haq al-Isybili, Ibnu Zarqun al-Anshary dan Abdul Mun'im al-Khazrajy, untuk masalah fikih dan hadis madzhab Imam Malik dan Ibnu Hazm Adz-Dzahiry, Ibnu 'Araby sama sekali tidak bertaklid kepada mereka. Bahkan ia sendiri menolak keras taklid.[2]

2.      Filsafat ibnu araby
A.     Konsep Wihdatul Wujud (kesatuan wujud)
Aku memohon kepada Mu dengan rahasia yang dengannya engkau menyatukan hal-hal yang bertentangan, agar engkau menyatukkan untukku hal-hal yang memisahkan keberaadaanku, dalam persatuan tempat engkau jadikan aku menyaksikan kasatuan wujud-Mu. Masukkan aku kedalam jubah keindahan-Mu dan mahkotai diriku dengan mahkota keagungan-Mu.
            Kalimat Tersebut Adalah Sepenggal do’a ibnu ‘Araby yang berada dalam kitab wird,  sebuah kitab tentang do’a siang dan malam setiap hari. Disinilah satu-satunya pernytaan Ibn Araby yang menyebutkan langsung kata-kata  wihdatul wujud. Sedangkan istilah tersebut bukan dipopulerkan oleh beliau, tetapi oleh peneliti, penulis dan kritikus setelah beliau, terutama Ibn Taimiyah yang banyak mengecam wihdatul wujud tersebut.
Menurut Ibn Araby,  alam ini di ciptakan dari ‘ain wujud Allah, sehingga apabila tuhan ingin melihat dirinya, maka tuhan cukup melihat alam ini yang pada hakikatnya tidak ada perbedaan antara keduanya. Dengan kata lain, walaupun pada lahirnya alam ini kelihatan berbeda-beda, tapi pada tiap-tiap yang ada itu terdapat sifat ketuhanan dan pada hakikatnya tuhanlah yang menjadi esensi sesuatu itu.  Disinilah timbulnya faham kesatuan wujud dengan pengertian bahwa alam yang nampak dengan indra yang penuh variasi ini sebenarnya adalah satu.
Ibn Araby berkata dalam kitab al-Futuhat jilid dua halaman 604:
Wahai pencipta segala sesuatu dalam diri-Nya, Engkau dengan segala makhluk-Mu adalah sama, Engkau ciptakan sesuatu yang tak terbatas dalam dirimu, maka engkau adalah yang sempit dan yang mewakili seluruhnya.”
            Menurut faham ibn Araby, hakikat wujud ini hanyalah satu, yaitu Allah, sedangkan wujud yang banyak itu adalah sebatas bayangan dari hal yang satu itu. Dengan demikian jelaslah bahwa faham wahdatul wujud itu adalah wujud dari segaga yang ada ini tergantung dari wujud tuhan. Andaikata tuhan tidak ada, maka maka wujud selain tuhan pun tidak ada. Oleh karena itu, wujud yang hakiki hanyalah tuhan (Allah).[3]
            Menurut Ibn Araby, kesatuan wujud secara mendasar adalah persoalan wawasan dan pengalaman spiritual, yang berarti sebuah perubahan radikal dalam visi. Ia membalikkan kebiasaan cara pandang kita dalam menilai sesuatu, mendekatkan kita kepada pemahaman yang berbeda. Kita biasanya percaya bahwa apa yang kita lihat adalah yang nyata, yang riil, dan menganggap segala hal yang tanpak adalah hal yang benar-benar eksis. Tuhan, kesatuan, sumber dasar dari segala sesuatu adalah sesuatu yang dapat kita bayangkan dalam fikiran kita, terlepas dari dunia yang nyata. Realitas tersebut dapat dianggap sebagai imajinasi dan khayalan kita, karena sifatnya yang tidak nyata tersebut atau hal itu tidak ada pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari.
Ibnu ‘araby berkata :
Ciptaan adalah dapat dipahami dan tuhan yang nyata dapat dirasakan dan dilihat menurut orang-orang yang yakin dan orang-orang yang memiliki pengetahuan mendalam dan pengalaman sejati. Sedang bagi orang yang tidak masuk kedalam dua katagori itu, yang nyata adalah dapat dipahami dan ciptaan adalah dapat dilihat. Yang disebut terakhir ini seperti air garam yang pahit, sedangkan yang disebut pertama seperti air yang manis dan segar, yang cocok untuk diminum”.
Pandangan Ibn ‘Araby tentang hal-hal yang nyata sangat berbeda dengan pandangan pada umumnya. Satu-satunya eksistensi sejati adalah milik yang satu, dan yang satu inilah yang tampak dalam manifestasi. Benda-benda tidak memiliki eksistensi dalam dirinya sendiri kecuali sebagai tempat manifestasi atau refleksi dari ekspresi kesatuan primordial.[4]
Makhluk diciptakan oleh khalik dan wujudnya tergantung pada wujud tuhan sebagai sebab dari segala yang berwujud selain tuhan. Yang berwujud selain tuhan tidak mempunyai wujud, seandainya tuhan tidak ada. Oleh karena itu, tuhanlah yang mempunyai wujud yang hakiki, sedangkan yang diciptakan hanya mempunyai wujud yang bergantung pada wujud diluar dirinya, yaitu tuhan atau bayangan wujud yang hakiki.
Inti dari wihdatul wujud adalah wujud semua yang ada ini adalah satu dan pada hakikatnya wujud makhluk adalah wujud khalik pula. Tidak ada perbedaan antara keduanya dari segi hakikat. Perbedaan yang ada hanyalah terlihat dati sudut pandang panca indera lahir dan akal yang terbatas kemampuannya dalam menangkap hakikat yang ada pada dzat-Nya dari kesatuan dzatiah yang segala sesuatu berhimpun pada-Nya.[5]
B.     Hikmah penciptaan makhluk
Dalam satu hadits qudsi disebutkan bahwa :
Aku adalah karunia tersembunyi yang tidak kau ketahui. Maka aku menciptakan makhluk-makhluk sehingga dengannya mereka mengetahui Aku”.
Ibn Araby mengemukakan bahwa maksud Allah menciptakan makhluk-makhluk pada umumnya, dan pada khususnya adalah agar dia bisa melihat dirinya sendiri dalam suatu bentuk yang dengan itu tampak jelas sifat-sifatnya maupun nama-namanya. Dengan demikian, Ia pun tersingkap dari karunia tersembunyi, yaitu dzat mutlak yang bebas dari segala hubungan maupun ikatan. Tetapi karunia yang tersingkap dari dzat tersebut tidak dalam kemutlakan dan kebebasan dzat itu, melainkan dalam keterikatan dan keterbatasannya.
C.     Tentang kenabian
Ibn ‘Araby menekankan jarak antara manusia dengan ketuhanan : tidak ada kesamaan antara Dia dan kita, karena kita sama sekali tergantung kepada-Nya, sedangkan dia tidak tergantung kepada kita. Sering kali kita yakin bahwa kita dapat “berjalan sendiri” dan kita tahu bagaimana membahagiakan diri kita sendiri. Ini adalah khayalan  mimpi dunia, dimana kita menegaskan kemandirian kita dan memutuskan hubungan kita dengan Dia yang sesungguhnya merupakan sumber kebahagiaan sejati. Hanya dengan mengakui kefakiran kita, ketidakmampuan kita untuk merealisasikan tujuan hidup kita sendiri, maka kita dapat membuat kemajuan. Tidak ada paksaan dalam hal ini.
Menurut Ibn ‘Araby, bukti paling jelas tentang kefakiran manusia adalah munculnya utusan. Melalui rasul, nabi atau wali, yang menyadari ketergantungan mereka kepada tuhan, kita diperlihatkan apa-apa yang tidak dimengerti oleh akal kita semata. Karena apa yang mereka sampaikan bukan ciptaan mereka sendiri, tetapi informasi yang berasal langsung dari Allah, maka pesan mereka selalu merupakan manifestasi dari kebijaksanaan.
Perbedaan antar nabi-nabi dapat diterangkan dengan perbedaan umat mereka. Masing-masing nabi mempunyai misi khusus yang harus dijalani didunia untuk umat tertentu. Ibn ‘Araby juga membedakan antara nabi, dengan utusan atau rasul. Rasul adalah kualitas khusus dari nabi, tetapi tidak semua nabi adalah rasul.
P.S: memang kalau sekilas dilihat, pemikiran para tasawuf Falsafi seperti IBn 'Araby, Al-Jilli, dan lain-lainnya agak membingungkan, terutama bagi masyarakat muslin yang tidak terbiasa  dan belum pernah mendengar konsep dari masing-masing tokoh tersebut, serta tidak terbiasa dengan adanya pemikiran-pemikiran yang "tidak biasa".
tapi marilah kita ambil sisi positifnya saja. bagi orang-orang yang memang tidak menyetujui adanya pemikiran yang aga njelimet (yang akan membawa kesalah pahaman pemikiran bagi mereka yang tidak betul-betul mamahaminya), anggaplah ini sebagai kekayaan intelektual para tokoh-tokoh yang mewarnai peradaban Islam. ga perlu lah ribut-ribut karena menganngap hal ini salah-hal ini betul. saya pribadi  lebih memandang Islam adalah Agama yang simpel dan jelas aturannya serta tidak perlu memikirkan hal-hal yang sulit "dicerna".
apalagi kalau kita lihat sejarah umat Islam yang banyak diwarnai perpecahan karena perbedaan pemahaman tentang hal-hal yang biasa dibahas dalam Ilmu kalam.
yaaaaaaaaaaaah,,, mudah-mudahan saya termasuk orang yang diberikan petunjuk dan kemudahan dalam mengikuti dan menjalani Islam yang lurus,,,
semoga..



[1] Abu Wafa Al-Ghanimi, Sufi Dari Zaman Ke Zaman, (Bandung, Pustaka, 1997), H: 201
[2] Http://Www. Wikipedia.Org
[3] Usman Said, Pengantar Ilmu Tasawuf, (Sumatera Utara: Prosek Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Iain, 1982) H: 165
[4] Stephen Hirtenstein, Dari Keragaman Ke Kasatuan Wujud: Ajaran Dan Kehidupan Syaikh Ibnu ‘Araby, (Jakarta, Pt Rajagrafindi Persada, 2001), H: 82
[5] Moh Thoriquddin, Sekularitas Tasawwuf, (Malang, UIN Press Malang, 2008), H: 175

Senin, 14 Juni 2010


mau tulis apa ya sekarang?

oh iya, minggu ini udah masuk masa-masa ujian nih,,, UAS gitu loh
entah kenapa aQ rada-rada g semangat menghadapinya. yaaaaah,,, walaupun dari dulu aQ g pernah "rajin" belajar, tapi kayaknya UAS semester ini lesu sekali..
padahal udah mau masuk semster akhir nh.. harus memupuk smangadddddddddddddd

apalagi hari ini aq Denger kabar mamahnya Eva berpulang ke rahmatullah
duuuh Sedihnya.. (buat eva,, mavin ya, aq g sempet nengokin...)

hari-hari ini aq sedang ingin sekali mendapat angin segar buat hidupku,, apa ya yang kira-kira bisa bikin seger???? harus nge-refresh diri nehhh

oh iya,, hikmah hari ini yang aku ambil adalah aku harus berusaha selalu berfikir positif (nora banget ga seeeeeh gini hari mikir begitu),, yah, memang seharusnya itu adalah hal yang selalu dilakukan.
tapi maksudqu dalam-kata kata ini adalah untuk berusaha membangkitkan semangatku yang akhir-akhir ini hampir terseret-seret. (LEBAY)...

Rabu, 09 Juni 2010


pagi semua,,,,
(menjelang siang sih)

hari ini merupakan salah satu hari yang bikin bingung, karena kayaknya hal yang harus dikerjain tuh buanyaaaaaaaaaaaaaak sekali, tapi waktu yang tersedia kayaknya ga sebanding dengan yang aku butuhkan. sebetulnya kalau mau tegas dan pintar mengatur diri, perasaan seperti ini ga perlu ada (ya kan?????)

sekarang aku sedang ingin merefleksikan diri dulu, 

terkadang aku berfikir, prestasi apa yang sudah aku capai di kehidupanku ya?
dan sepertinya sekarang aku sedang melawati fase yang bikin aku merasa seakan-akan keberadaan ku di dunia ini hanya seperti bayangan yang ga meninggalkan jejak apapun bagi orang-orang di sekelilingku,,
rasa putus asa, rendah diri, begitu sering datang akhir-akhir ini
wajar ga ya????
kalau aku coba urutin history hidup aku dari mulai SD, SMP, SMA sampe kuliah sekarang, kira-kira ada g ya hal yang bisa membuat aku jadi orang yang posisinya tidak hanya sekedar "pengisi kursi kosong di bumi ini"???

Huft,,,, sedih deh kalau dipkir2,,

sebagai makhluk Allah yang disebut manusia, aku yakin banyak sekali hal yang bisa aku lakukan, banyak sekali potensi yang ada di dalam diriku. tapi terkadang akulah yang belum bisa buka mata, buka hati, untuk segal kesempatan yang terbuka.

kalau skarang, hidup aku cuma terbagi ke eberapa bagian. kuliah, ngajar LPQ, Syauqi, sama hidupq dirumah. mudah-mudahan walaupun hanya sedikit, semua hal yang aku jalani bisa jadi pengalaman berharga dalam hidupku
amieeeeeeeeeeeeeen

so.... i hope i can do the best I Can

oh ya,,,




Senin, 31 Mei 2010

BikiN video Klip


salam :) http://www.emocutez.com

udah lama banget ga negokin blog ini ya???

wellll, asyik dan teralih ke FB akhir2 ini 
oh ya,, alhamdulillah jum'at kemarin (28 mei 2010) syauqi kelar buat klip album ke 2. horeeee horeeee  walaupun ada beberapa hal yang gimanaaaaa gitu, tapi lega juga semuanya selesai akhirnya ada beberapa catatan yang penting (ga penting???) hehe

1. jadwalnya ngaret. gimana nggak, wong bikin klip dadakan banget. idealnya kan persiapan minimal satu bulan lah,, buat nyiapin konsep, properti, deelel yang penting banget. masa persiapan cuma beberapa hari,, mana personilnya mencar2 pula. gmane tuh? so, pas malem jum'at qt ngumpul (tu pun udah malem beudt( jadilah bikin konsep sampe jam 3 lebih,,, gmana paginya g mau kesiangan? (hayoooooooooooooooooooo)

2. tempat berubah. ini nih yang bikin bingung. jadi g tau jalan ceritanya gimana. mana tempat pengambilan gambar pertamanya di lapangan lagi!!!!!!!
kebayang ga sihhhh,,, jam 9 pagi di tengah lapangan????
panas kan,,
jadi ilfil and bad mood dehh http://www.emocutez.com

3. konsep bergeser, duh.. qt rada gondok juga nh. udah cape bikin konsep..... ternyataaaaaaaaa cm se emprit yang kpake sedih :-( 

4. ada kejadian lucu di saung bapaqu,,
qt ambil gambar malem. udah siap smwa dari properti, lokasi, sampe kostum...
datanglah makan malam dengan menu nasi goreng.. qt semua makan dulu, karena udah laper berat!!!!.
nah pas asyik2 makan di saung (aq, abang jebak, k DD, k adnan,bang aris, Mb Tya), datanglah si beke dengan santainya, ikut2an naik ke saung dan alhasil 

GUBRAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

robohlah saungnya

jatuhlah kita semua 

kejepitlah bang aris 

tambah bengkaklah kaki gw http://www.emocutez.com

ehhhh si k adnan dengan santainya ngelanjutin makan,, tanpa ngerasa ada kejadian apapun 
ampun dehhhhh 
yang kasian bang aris sih,, kakinya kejepit gitu (hehehe yang sabar ya bang, bntar lagi kawin ini (lhoooo. APA HUBUNGANNYYA YAAAAA?????)

heee poko'e seruuu lah, bisa bareng2,, walaupun memang capeee beudt. sampe rumah langsung tidur deh ZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZ
mantap
 hahay

oh iya,, di album ke dua ini, qta punya 8 lagu, 3 lagu diantaranya adalah remix, dengan aransemen musik yang baru, yaitu rasulul huda, ya adnani dan al-Burdah. kalau mau download, silahkan disini yaaaaaaaaa
http://www.4shared.com/audio/OvHwXc-N/Syauqi_-_Rosulul_Huda.html
untuk rasulul huda
dan
http://www.4shared.com/audio/Lte1GRLZ/Syauqi_-_Bidadari_Ciptaan-Mu.html
untuk lagu bidadari cptaan-MU
baru dua lagu, insya Allah yang lain nyusuuuuuul
selamat menikmati
:)

LuV u Alll

pS:  lagi ngerasain rindu berat sama kkQu
smoga kk sehat slalu disana y...
MiSs U http://www.emocutez.com

Senin, 16 November 2009


zulfacutePENGETAHUAN DAN KRITERIA KEBENARAN
1. DEFINISI DAN JENIS PENGETAHUAN
Secara etimologi pengettahuan berasal dari kata dalam bahasa inggris yaitu “knowledge” dalam encyclopedia of philosophy, dijelaskan bahwa definisi pengetahuan adalah kepercayaan yang benar
Secara terminologi menurut Drs. Sidi gazalba pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. Dalam kamus filsafat dijelaskan bahhwa pengetahuan (knowledge) adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kehidupannya sendiri.
A. Jenis pengetahuan
Menurut Burhanuddin Salam, pengetahuan yang dimiliki manusia ada empat, yaitu:
· Pengetahuan biasa, yakni pengetahuan yang dalam filsafat dikatakan dengan istilah common sense/good sense.
· Pengetahuan ilmu, yaitu ilmu sebagai terjemahan dari science.
Ilmu dapat merupakan suatu objek berfikir secara objektif, tujuannya untuk menggambarkan dan memberi makan terhadap dunia faktual. Pengetahuahn yang diperoleh dengan ilmu, diperolehnya melalui observasi, eksperimen, dan klarifikasi.
· Pengetahiuan filsafat, yakni pengetahuan yang diperoleh dari pemikiran yang bersifat kontemplatif dan spekulatif. Pengetahuan filsafat lebih menekankan pada universalitas dan kedalaman tentang sesuatu. Kalau ilmu membahas hanya pada satu bidang pengetahuan yang sempit, sedangkan filsafat membahas hal yang lebih luas dan mendalam
· Pengetahuan agama, yakni pengetahuan yang hanya dapat diperoleh dari tuhan lewat para utusanNya. Pengetahuan agama bersifat mutlak dan wajib diyakini olehj para pemeluknya.
B. Perbedaan pengetahuan dan ilmu
Pengetahuan merupakan hasil tahu manusia terhadap sesuatu, atau segala perbuatan manusia untuk memahami suatu objek tertentu. Pengetahuan dapat berwujud barang-barang fisik, pemahamannya dilakuakan dengan cara persepsi baik lewat indra maupun lewat akal. Dapat pula objek tersebut adalah berbentuk ideal atau yang bersangkutan dengan masalah kejiwaan.
Pengetahuan terbagi menjadi dua, pra ilmiah yang belum memenuhi syarat-syarat ilmiah pada umumnya yaitu harus memiliki objek tertentu, harus bersistem, harus memiliki metode terrtentu, dan pengetahuan ilmiah yang harus memenuhi syarat-syarat ilmiah.
Sedangkan ilmu adalah dalam encyclopedia Americana, dijelaskan bahwa ilmu (science) adalah pengetahuan yang bersifat positif dan sistematis.
Carles siregar mengatakan bahwa “ilmu adalah proses yang membuat pengetahuan”. Dalam arti umum, ilmu sering dijadikan pembeda, misalnya seperti membedakan antara disiplin ilmu pengetahuan alam (IPA) dengan IPS.
Perbedaan antara ilmu pengetahuan dapat ditelusuri dengan melihat perbedaan ciri-cirinya. Herbet L. searles memperlihatkan ciri-ciri tersebut sebagai berikut:
“Kalau ilmu berbeda dengan filsafat secara empiris, maka ilmu berbeda dengan pengetahuan biasa dari ciri empirisnya”.
2. HAKIKAT DAN SUMBER PENGETAHUAN
A. Hakikat pengetahuan
Ada dua teori untuk mengetahui hakikat pengetahuan yaitu;
o Realisme
Teori ini mempunyai pandangan realistis terhadap alam. Pengetahuan menurut realism adalah gambaran deari apa yang terjadi di alam nyata. Dengan demikian, realism berpendapat bahwa pengetahuan adalah benar dan tepat bila sesuai dengan kenyataan.
o Idealisme
Ajaran idealisme menegaskan bahwa untuk mendapatkan pengetahuan yang benar-benar sesuai dengan kenyataan adalah mustahil. Pengetahuan adalah proses-proses mental atau psikologis yangh bersifat subjektif. Karena itu, pengetahuan menurut teori ini tidak menggambarkan hakikat kebenaran. Yang diberikan pengetahuan hanyalah gambaran menurut pendapat orang yang mengetahui (subjek).
Sebenarnya, realisme dan idealisme memilki kelemahan masing-masing, realisme ekstrim bisa sampai pada monoisme materialistik atau dualisme, sedangkan idealisme ekstrim akan menimbulkan kebenaran yang relatif karena setiap individu berhak menolak kebenaran yang datang dari luar dirinya.
B. Sumber pengetahuan
Ada beberapa pendapat tentang sumber pengetahuan, yaitu:
o Empirisme
Kata ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu empirikos, artinya pengalaman. Menurut aliran ini, manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalamannya. John locke (1632-1704) yang disebut sebagai bapak empiris britania mengtemukakan teori tabularasa (buku catatan kosong). Maksudnya adalah bahwa manusia apada awalnya adalah kosong dari pengetahuan, lantas pengalamannya mengisi jiwa yang kosong itu,dan memiliki pengetahuan.
David hume, salah satu tokoh empirisme yang mengatakan bahwa manusia tidak mempunyai pengetahuan bawaan dalam hidupnya. Sumber pengetahuan adalah pengamatan. Pengamatan memberikan dua hal, kesan-kesan (impressions)/ pengamatan langsung yang diidapat dari pengalaman, dan pengertian-pengertian (ideas) yang diperoleh dari merenungkan kembali/ terefleksikan dalam kesan-kesan yang diterima dari pemgalaman.
Aliran ini mempunyai beberapa kelemahan, yaitu:
ü Indera bersifat terbatas, sesuatu yang jauh terlihat kecil, padahal sebetulnya tidak. dari sini akan terbentuk pengalaman yang salah
ü Indera menipu, pada orang yang sakit malaria, gula rasanya pahit, udara akan tersa dingin. Ini akan menimbulkan pengalaman empiris yang salah juga
ü Objek yang menipu, contohnya fatamorgana dan ilusi
o Rasionalisme
Aliran ini menyatakan bahwa akal adalah dasar kepastian pengetahuan. Pengetahuan yang benar diperoleh dan diukur dengan akal. Manusia memperoleh pengetahuan melalui kegiatan menangkap objek
Bagi aliran ini, kekeliruan pada aliran empirisme yang disebabkan kelemahan alat indera dapat dikoreksi, seandainya akal digunakan. Rasionalisme tidak mengingkari kegunaan indera dalam mengetahui pengetahuan. Pengalaman indera diperlukan untuk merangsang akal dan memberikan bahan-bahan yang menyebabkan akal dalam bekerja, tetapi sampainya manusia pada kebenaran adalah semata-mata karena akal.
o Intuisi
Menurut Henry bergson, intuisi adalah hasil dari evolusi pemahaman yang tertinggi. Kemampuan ini mirip dengan insting, tetapi berbeda dengan kesadaran dan kebebasannya, pengembangan intuisi memerlukan suatu usaha. Karena itu, intuisi adalah sarana untuk mengetahui secara langsung dan seketika.
Ada satu aliran yang mirip dengan insting, yaitu, iluminasionisme, yang dalam agama islam disebut ilmu ma’rifat, yaitu ilmu yang datangnya dari tuhan melalui pencerahan dan penyinaran.
Adapun perbedaan intuisi dalam filsafat barat dengan makrifat adalah kalau intuisi diperoleh lewat perenungan dan pemikiran yang konsisten, sedangkan dalam islam makrifat d8iperoleh lewat perenungan dan penyinaran dari tuhan.
o Wahyu
Wahyu adalah pengetahuan yang disampaikan Allah (tuhan) kepada manusia lewat perantaraan para nabi. Para nabi memperoleh pengetahuan dari tuhan tanpa upaya, tanpa bersusah payah, dan atas kehendak tuhan. Pengetahuan dengan jalan ini merupakan keistimewaan yang diberikan kepada para nabi yang dapat membedakan para nabi tersebut dengan manusia biasa. Wahyu Allah (agama) berisikan pengetahuan, baik mengenai kehidupan seseorang yang terjangkau pengalaman maupun yang mencakup masalah transedental seperti latar belakang daru tujuan penciptaan manusia, dunia, dan segenap isinya.
C. UKURAN (KRITERIA) KEBENARAN
Teori yang menjelaskan kebenaran secara epistimologis adalah sebagai berikut:
o Teori korespondensi
Menurut teori ini, kebenaran atau kedaan benar itu apabila ada kesesuaian antara arti yang dimaksud oleh suatu pernyataan/pendapat dengan objek yang dituju oleh pernyataan atau pendapat tersebut.dengan demikian bisa dikatakan bahwa kebenaran adalah kesetiaan pada relitas objektif. Teori korespondensi ini pada umumnya dianut oleh para pengikut realisme
o Teori koherensi tentang kebenaran
Menurut teori ini kebenaran tidak terbentuk atas hubungan antara putusan dengan sesuatu yang lain, yaitu fakta/realitas, tetapi atas hubungan putusan-putusan itu sendiri. Jadi menurut teori ini, putusan yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan dan saling menerangkan satu sama lain. Karena itu, lahirlah rumusan “kebenaran adalah saling hubungan yang sistematis”, dan “kebenaran adalah konsistensi dan dan kecocokan”. Dengan artian bahwa kebenaran menurut teori ini adalah kesesuaian antara suatu pernyataan dengan pernyataan lainnya yang sudah lebih dulu kita ketahui dan akui benar.
Teori ini pun dapat disebut dengan teori justifikasi (penyaksian) tentang kebenaran, karena menurut teori ini, satu putusan dianggap benar apabila mendapat penyaksian/pembenaran oleh putusan-putusan lain. Dengan demikian, suatu teori dianggap benar apabila tahan uji (test able)
o Teori pragmatisme tentang kebenaran
Pragmatisme berasal dari kata Yunani “pragma” yang artinya dikerjakan, yang dilakukan, perbuatan, tindakan, sebutan bagi pemahaman filsafat yang dikembangkan oleh William James di Amerika serikat. Menurut filsafat ini, benar atau tidaknya teori tergantung pada asas manfaat. Sesuatu dikatakan benar jika mendatangkan manfaat dan akan dikatakan salah bila tidak mendatangkan manfaat.
Dalam aliran pragmatisme, suatu kebenaran dan suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakan pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan manusia.
Jadi, bagi para penganut pragmatis batu ujian kebenaran ialah kegunaan dan dapat digunakan serta Akibat atau pengaruhnya yang memuaskan. Menurut pendekatan ini, tidak ada kebenaran tetap/kebenaran mutlak.
o Agama sebagai teori kebenaran
Ketiga teori diatas lebih mengedepankan akal budi, rasio, dan reason manusia, dalam agama yang dikedepankan adalah wahyu yang bersumber dari Allah.
Penalaran dalam mencapai ilmu pengetahuan yang benar dengan berfikir setelah melakukan penyelidikan, pengalaman, dan percobaan. Sedangkan dalam agama, dengan jalan mempertanyakan atau mencari jawaban tentang berbagai masalah asasi dari atau kepada kitab suci.
Dengan demikian, suatu hal itu dianggap benar apabila sesuai dengan ajaran agama atau wahyu sebagai penentu kebenaran mutlak.

Minggu, 17 Mei 2009


salam kangennn
sudah lama sekali aq tak jumpa dengan blog q ni,,,,
rasanya malas,, he

oh ya,, sudah 2 minggu ini aq tinggal di kosan, kemarin aq pulang kerumah.
sampai kerumah,, ncing SmS,,, katanya mau minta bantuin buat soal-soal kuisioner tugas kampusnyua,,, yaudah aq chao kerumahnya (deket sih,,, cuma dibelakang rumah,,, he).

SETELAH SELESAI BANTU-BANTU, PANDANGAN Q TERPAKU PADA NOVEL DI MEJA KOMPUTER.
aq lihat ada novel,,, & aq langsung gatel buat pinjem. he2.. judulnya :
charlie" kisah hidup si jenius dungu".
ncing sudah pernah cerita-cerita, dia bilang memang ada novel charlie gitu,,, dia penasaran kepingin baca, karena kata teman2nya isinya bagus. nah novel itu aq pinjem.tadinya g boleh sih,, tapi akhirnya boleh juga (maaf ya cing,, aq nyerobot2)
setelah q baca, ternyata ceritanya memang bagus,,,,

Buku ini mengisahkan tentang seorang anak yang terbelakang dan bodoh. IQnya hanya 68, tetapi dia punya semangat hidup yang luar biasa,, dia ingiiiin sekali menjadi orang yang pintar,, diantara teman-temannya di sekolah luar biasa, ialah yang paling bersemangant untuk belajar menulis maupun membaca, walau pun hal itu sangat sulit dilakukan olehnya.

pada suatu saat nona kinnian (gurunya di slb) menawarkan kepadanya tawaran dari seorang profesor untuk melakukan oprasi eksperimen untuk meningkatkan kemampuan otak,, sehingga orang yang mempunyai kekurangan kemampuan berfikir seperti dirinya dapat menjadi pintar (bahkan jenius), ia dipilih oleh nona kinnian, karena ia lah yang mempunyai motivasi belajar paling tinggi. ketika ia ditawari,, ia sangat senang dan bersemangat, karena ia memang ingin jadi pintar, ia selalu ingin mengerti pembicaraan para mahasiswa, dan pembicaraan teman-temannya di pabrik roti.

ketika ia dalam proses menuju oprasi, ia berkali-kali melakukan test psikologi,,, berbagai test ia jalani, hingga ia berlomba dengan seekor tikus bernama algernon, yang ternyata telah mengalami oprasi eksperimen tersebut terlebih dahulu dan dalam perlombaan itu, charlie kalah terus-menerus,,, kainginannya untuk oprasi pun semakin besar.

setelah para profesor itu mendapat izin dari orang tua dan adik charlie,, iapun dioprasi. setelah dioprasi, ia mengira ia akan menjadi orang pintar dalam sekejap, ternyata tidak, butuh proses dan waktu, ia pun harus terus belajar untuk mempercepat kepintarannya,,,,

singkat cerita,,, ternyata ia pun menjadi jenius,, tapi suatu hari, algernon mengalami gangguan, dan mati,,, maka charelie jenius pun menyimpulkan bahwa suatu saat iapun akan mengalami hal yang sama dengan algernon.

memang ending novel ini bukan tentang kematian charlie,,, tapi lama kelamaan kejeniusan charlie semakin hilang dan berkurang,, sehingga keadaannya kembali seperti dulu bahkan dia mempunyai asumsi bahwa seiring berjalannya waktu, kemempuan berpikirnya akan semakin berkurang. kalau saya pribadi sih menganggap nantinya charlie akan mengalami hal yang sama dengan algernon.....

yang membuat saya bertanya-tanya,,,, apakah kira-kira oprasi semacam itu jika memang bisa dilakukan, kira-kira melanggar takdir Allah atau tidak ya?????
memang, ketika kita sakit,, kita harus berusaha mencari obat untuk penyakit kita. ketika kita lapar, kita harus makan untuk menghilangkan haus kita. tapi saya bertanya-tanya, melakukan oprasi otak seperti itu,, melawan ketetapan tuhan atau tidakk......????? dalam islam, menyambung rambut, membuat tato atau segala macam yang besifat merubah ciptaan Allah dari dalam diri kita adalah haram,,,,, kecuali karena pengobatan atau hal yang bersifat dharurat lainnya,,,,
kira-kira kalau masalah oprasi ini gimana ya????????

di novel Charlie ini ada perkataan salah seorang perawat bahwa oprasi tersebut ibarat Adam dan eve yang memakan buah terlarang didalam surga sehingga tuhan mengusir mereka (dalam konteks nasrani). Apakah benar seperti itu, ataukah oprasi itu adalah salah satu ikhtiar manusia yang diperboleh kan karena usaha untuk menghilangkan kebodohan & memajukan ilmu pengetahuan??????

bagi teman-teman yang mempunyai pendapat dan pemahaman masing-masing.... silahkan tulis comment anda di blog ini,,,, qt sharing sama2
okkk

hmmmm mendekati hari-hari UAS,,,, seMANGATTTTTTTTT!!!!!!!!!!!!

Minggu, 03 Mei 2009


assalamu'alaikum...
hari ini,,, aq masuk kuliyah jam pertama,,, dan mata kuliahnya adalah ilmu kalam,,,, dosennya adalah bapak Bahrissalim, dan materi hari ini adalah pembahasan tentang iman diantara aliran-aliran theologi yang ada dalam islam, diantaranya mu'tazilah, as'ariyyah, maturidiyah samarkad dan bukhara.
beliau kasih tugas ke qt smua untuk menulis pemikiran qt , temanya tentang "implikasi iman terhadap kehidupan manusia", yah aku fikir sekalian aja aq publikasiin disini,,, he2 itung2 belajar yaaaa

"iman Vs perdamaian"

sebagai umat muslim, saya merasa resah dengan kedaan umat islam sekarang, terlebih pada banyaknya statement yang menuding islam sebagai agama yang menghendaki peperangan dan terorisme.

kita sebagai umat islam yang mengenal baik ajaran kita,,, tentu tahu betul hal itu tidak benar,,,, karena islam adalah agama yang cinta damai dan menghendaki kedamaian. bahkan kita mengetahui bahwa islam adalah agama "rahmatan lil'alamin"/ rahmat bagi seluruh alam. bukan hanya bagi umat muslim saja, tetapi bagi umat non muslim bukan hanya bagi bangsa arab saja, tetapi juga bagi 'ajam (non arab).

statement tersebut terpacu oleh banyaknya peristiwa-peristiwa terorisme, yang setelah diselidiki, ternyata pelakunya adalah seorang muslim. di dunia internasional terutama muncul statement tersebut setelah peristiwa 11 september. pada peristiwa tersebut amerika mempublikasikan bahwa pelakunya adalah orang islam yang bernama Osama bin laden. maka tumbuhlah sugesti bagi orang-orang awam bahwa islam adalah agama terorisme.

sedangkan dinegri kita tercinta ini, islam banyak dianggap agama”keras” setelah adanya peristiwa bom bali yang masih melekat di ingatan kita. Dan banyak orang beranggapan, karena pelakunya beragama islam dan fanatik terhadap islam, maka islam pun adalah agama yang banyak mengandung kekerasan.

lantas apa hubungannya iman dengan perdamaian? tentu ada,,, kita tentunya pernah mendengar hadits sebagai berikut:

مَن رَاي مِنكم مُنكرًا فَا اليُغَيِّر بِيَدِهِ, فَاِننلَم يَسْتَطِع فَبِلِسَانِه فَاِنلَم يَستطِع فَبِقَلبِه, وَهُوَ اَضْعَفُ الايمَان

barang siapa yang melihat kemunkaran, maka rubahlah dengan tangannya, dan bila tidak mampu, maka rubahlah dengan lidahnya, dan bila tidak mampu, maka cukuplah dengan hatinya. maka itulah selemah-lemahnya iman

definisi iman sendiri adalah

التَّصدِيق بالقلب والتَّكرِير بِا اللسَان وَ العَملُ بِاالاركَان "
iman adalah mempercayai dalam hati, mengucapkan dengan lisan dan melaksanakan dengan perbuatan (anggota badan)"

kaitan definisi ini dengan hadits diatas adalah at'tashdiq bilqalbi/ mempercayai, gambarannya adalah dengan mencegah kemungkaran hanya dengan hatinya (tidak setuju dengan kemungkaran tersebut), tingkatan kedua yaitu pentakriran dengan lisan gambaran aplikasinya adalah melarang kemungkaran dengan mengatakan bahwa ia tidak setuju dengan kemungkaran tersebut, dan yang terakhir, yaitu amal bil arkan, gambarannya adalah seseorang yang bertindak dengan tangannya / kekuasaannya secara langsung. dan tapahan inilah yang dianggap gambaran dari keimanan seseorang yang paling sempurna, yaitu bukan hanya mempercayai&meyakini, tetapi juga melaksanakan sesuatu yang ia percaya.

Dalam hadits ini disebutkan bahwa keimanan seseorang mempunyai tingkatan yang berbeda-beda. tingkatan iman paling tinggi adalah apabila seorang muslim mengaplikasikan keimanannya dalam kehidupan sehari-hari.

islam mengajurkan perdamaian bagi ummatnya. kaitannya dengan keimanan adalah, seorang muslim yang betul-betul beriman akan senantiasa menjaga dirinya dari maksiat dan berhati-hati dalam bertindak. karena ia meyakini bahwasanya dirinya ada dalam pengawasan Allah S.W.T. karena islam mengajarkan perdamaian, maka otomatis orang yang beriman secara sungguh-sungguh akan berusaha sepenuh hati untuk menjaga perdamaian dan berusaha mengaplikasikan bahwa islam adalah agama cinta damai dan menghindari konflik serta kekerasan. Dan itulah pengamalah dari al0’amalu bil arkan, yaitu betul-betul melaksanakan pokok agama yang ia pahami dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa bukti bahwa islam mencintai perdamaian adalah:
1.
bahwa islam tidak pernah memaksakan agama kepada seseorang. Memang Rasulullah berdakwah untuk menyebarkan agama islam, tetapi rasulullah tidak pernah menggunakan kekerasan dalam menyebarkan agama islam. Rasulullah berperang hanya jika hal tersebut diperlukan, & itu adalah jalan terakhir yang beliau tempuh. Misalnya jika ummat islam diserang terlebih dahulu atau adanya pemberontakan rencana untuk menjatuhkan islam. Bahkan Allah berfirman bahwa “tidak ada paksaan dalam beragama “
2.
dalam islam, dikenal istilah kafir zhimmi, yaitu orang-orang muslim yang keberadaannya dilindungi oleh negara, tidak boleh dimusuhi, bahkan kewajiban umat muslim dan mereka adalah untuk saling menjaga
3.
islam mengajarkan pokok-pokok kebaikan dalam bermasyarakat, seperti tenggang rasa (tasamuh), saling menghormati, dll.

Apabila umat islam beriman dan betul-betul mengaplikasikan imannya dalam kehidupan sehari-hari, niscaya kehidupan kita akan tenang, tentram dan berbahagia dari segala sisi termasuk sisi kedamaian. Karena orang yang beriman sebagaimana uraian diatas, akan senantiasa melaksanakan ajaran agama dengan sepenuh hati dan berusaha mentaati apa yang diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya.
Hal yang dapat dilakukan orang mukmin untuk menjaga perdamaian dalam skala besar maupun kecil adalah:
1. senantiasa bersikap toleransi dan memahami sikap beragama masing-masing, baik sesama muslim maupun dengan non muslim (untuk mencegah terjadinya konflik)
2. apabila terjadi konflik, berusahalah untuk mencari penyelesaian terbaik, dengan jalan musyawarah,,,,, bahkan dalam pembahasan fiqh mu’amalah (saya belajar fiqh mu’amalah pada semester IV ini), ada pembahasan khusus tentang perdamaian (as-shulhu))
bukan hanya berkoar tentang perdamaian, bukan hanya menggerutu dalam hati ketika ada kemunkaran dan ketidak adilan, tetapi ikut andil dalam usaha memperbaiki kedamaian dan ketidak adilan tersebut. karena Allah SWT mengajarkan kedamaian yang harus diusahakan oleh setiap umat muslim.


 

aQ adaLah ZuLfa Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino | Distributed by Deluxe Templates